Selasa, 17 Mei 2016

Senja Terakhir

Ini senja terakhir yang kunikmati denganmu
Sebelumnya, aku tak pernah tertarik pada cantiknya yang terlalu singkat, pada indahnya yang selalu terburu-buru
Tapi genggaman tanganmu selalu mampu meredam kutukku, melemahkan denyut nadiku yang berlarian.
Dibimbingmu aku hingga tenang, diam tapi tak hilang
"Lihatlah, senja adalah oranye disekitarmu yang perdetiknya ku saksikan musnah ditelan bumi. Hanya sepersekian menit, akan terlewat jika aku berkedip. Walau sebentar, cantikmu sungguh luar biasa. Aku tak keberatan meskipun singkat. Aku akan tetap datang lagi esok", katamu

Kamu dan Senja

Senja selalu mengingatkanku padamu
Tentangmu yang indah, walau hanya sebentar
Tentangmu yang hangat, walau hanya berlangsung singkat
Tentangmu yang tetap ada, walau sudah bukan siapa-siapa
Bagaimana dengan senjamu disana? Apakah sehangat seperti saat kita menyaksikannya bersama?